Selasa, 25 Maret 2014

Sinopsis Film The Dark Knight Rises





Satu lagi film yang dibuat berdasarkan komik tentang tokoh superhero produksi DC Comics hasil buah karya Bob Kane. Batman atau dalam bahasa Indonesia adalah manusia kelelawar yang beraksi di malam hari. Film ini di sutradarai oleh Christoper Nolan yang telah menjadi sutradara untuk film Batman seri sebelumnya yaitu The Dark Knight pada tahun 2008 dan Batman Begins pada tahun 2005. Penonton sudah menunggu-nunggu kehadiran film ini sejak lama dan hasilnya tentu tidak mengecewakan dengan menjadi box office rangking pertama pada minggu ke-29 dengan pendapatan dalam minggu tersebut sebesar 225 juta dollar lebih.

Christoper Nolan membuat film ini bukan untuk konsumsi anak kecil melainkan untuk orang dewasa atau setidaknya remaja. Untuk itu perhimpunan film Amerika (MPAA-Motion Picture Association of America) memberikan rating PG-13 yang berarti tidak cocok untuk anak-anak usia 13 tahun kebawah. Namun sayangnya para orangtua membawa anak-anaknya yang masih kecil yang menurut perkiraan saya masih usia TK atau SD untuk menonton bersama mereka.

Bila anda belum menonton seri sebelumnya maka anda akan sedikit kebingungan dengan alur cerita yang ada. Memang tidak seratus persen mengganggu namun anda akan banyak bertanya dalam hati, apa dan mengapanya. Jadi film ini tidak bisa dikatakan berdiri sendiri melainkan satu rangkaian dengan seri sebelumnya dan ada tali penghubung yang mengikat jalinan ceritanya. Seperti biasanya Christoper Nolan memberikan semacam teka-teki dan kejutan-kejutan menarik dalam mengolah alur ceritanya.

Batman atau Bruce Wayne diperankan oleh Christian Bale dengan baik. Sosok yang sedang mutung alias patah hati akibat kisah delapan tahun yang lalu dari seri sebelumnya. Bagaimana tidak, Rachel sang kekasih yang dicintainya tewas akibat perbuatan si Joker. Padahal Rachel memberi harapan pada Bruce, apabila dia meninggalkan dunia Batman maka Rachel bersedia hidup bersama sosok Bruce. Dalam keputusasaannya ditambah dengan situasi dan kondisi kota Gotham yang aman serta terkendali selama delapan tahun ini makin membuat Bruce terpuruk dalam kesedihannya. Mata yang cekung dengan garis-garis guratan disekitarnya serta wajah yang sedikit kusam dapat ditampilkan dengan baik. Bruce Wayne sedang galau, lemah dan rapuh tidak hanya fisik melinkan juga psikis. Luka-luka sebagai akibat pertarungan pada seri sebelumnya membuatnya makin terlena untuk mengurung diri didalam rumah dan tidak bersosialisasi dengan dunia luar. Bahkan perusahaannya sendiri Wayne Corporation sampai lupa diurusi sehingga kondisi keuangannya menurun bahkan tidak bisa menyantuni rumah yatim piatu seperti biasanya.

Cat Woman atau Selina Kyle diperankan oleh Anne Hathaway dengan biasa saja. Tidak ada yang istimewa dan yang menonjol, yang ada hanya kecantikannya dan lekuk tubuh yang mempesona. Dia adalah seorang pencuri, tak sekedar pencuri biasa namun seorang pencuri bayaran. Yang semula hanya dikira mencuri kalung mutiara peninggalan ibu Batman ternyata memiliki agenda lain yaitu mencuri sidik jari Bruce Wayne sesuai permintaan orang yang membayarnya. Teka-tekinya adalah siapa orang yang membayarnya ? Mungkin jawaban anda adalah Striver, tidak salah memang namun berikutnya akan menunjuk pada Dagget dan bila ditelisik lebih jauh akan menunjuk nama lain yaitu Bane dan sang aktor adalah Miranda Tate.

Komisaris polisi Gordon diperankan oleh Gary Oldman dengan baik. Sikap dan karakternya memang sesuai dengan apa yang diinginkan sosok tsb. Sebagai salah satu kartu truff pada seri sebelumnya Gordon mengetahui kejadian sebenarnya tentang Harvey Dent seorang jaksa wilayah yang digadang-gadang sebagai pengganti Batman dalam memerangi kejahatan. Batman siap untuk berhenti sebagai pembasmi kejahatan dengan asumsi Harvey Dent adalah orang yang tepat menggantikannya. Namun sayangnya diakhir hidupnya Harvey Dent berubah menjadi seorang kriminal bergelar two face yang membunuh beberapa orang hanya untuk membalas dendam atas kematian Rachel kekasihnya, sekaligus kekasih Batman. Gordon sempat menjadi korban dari two face ini dan keluarganya disandera namun Batman datang dan menolongnya.

Sebuah pilihan bagi seseorang yang meninggal apakah ingin dikenang sebagai pahlawan atau sebagai penjahat. Tidak mudah untuk memutuskannya. Namun bagi kota Gotham lebih baik membutuhkan seorang pahlawan untuk dikenang sebagai sebuah inspirasi untuk warganya. Apalagi Harvey Dent adalah seorang jaksa yang mumpuni yang menjadi simbol penentang kejahatan. Lalu siapakah yang menjadi kambing hitamnya ? Tentu saja Batman yang bersedia menjadi kambing hitam atas kejahatan yang dilakukan two face dan kematiannya. Itulah kesepakatan yang terjadi pada seri sebelumnya, Harvey Dent adalah seorang pahlawan dan Batman adalah seorang penjahat.

Bane yang diperankan oleh Tom Hardy berperan biasa-biasa saja. Setengah wajahnya tertutup oleh rangkaian besi-besi dan suaranya kencang seperti loudspeaker. Sayangnya tokoh yang dibuat ini tidak menunjukkan kesan seram atau angker atau menakutkan, kesannya hanya aneh saja. Tidak mempunyai kelebihan atau kemampuan tertentu, nafaspun diberi bantuan oksigen dari besi-besi diwajahnya, yang ada hanya badannya besar, itu saja. Seharusnya dengan tampilan seperti itu tidak sepadan sebagai lawan dari Batman.

Miranda Tate yang diperankan oleh Marion Cotillard berperan cukup baik. Sebagai seorang eksekutif sebuah perusahaan tampak elegance dan smart dalam berbicara. Sebagai seorang anak dari Ra’s Al Ghul tampak cukup kejam. Ekspresi wajahnya di awal film yang manis bisa berubah menjadi garang di akhir cerita.

Ada enam kesalahan yang penulis temukan dalam film ini. Pertama adalah diawal film saat Bane diselamatkan oleh kelompoknya menggunakan tali bergelantungan dengan cara membajak pesawat terbang maka setelah selesai kelompok tersebut tidak tampak lagi alias menghilang. Yang tampak hanya Bane dan dokter Parvel yang bergelantungan dengan tali. Kedua, Sebagai hukuman hakim kelompok Bane yaitu dibuang ke tempat pembuangan dengan cara berjalan melalui sungai yang membeku. Untuk menjadikan sebuah sungai membeku diperlukan suhu yang ekstrim atau hujan salju yang lebat tetapi hal tersebut tidak tampak. Ketiga, penjara lubang sumur yang merupakan tempat Bruce Wayne ditahan digambarkan sebagai lubang neraka yang letaknya jauh dari penduduk, tandus dan tidak diketahui keberadaannya. Bahkan dia sudah mempersiapkan bekal makanan dan minuman selama diperjalanan. Tetapi begitu Bruce Wayne keluar dari lubang sumur tersebut tampak sorotan kamera sekilas memperlihatkan komplek pemukiman penduduk tak jauh dari situ. Keempat, sejak awal diinformasikan bahwa bom nuklir bisa meledak kapan saja dan tidak bisa diprediksi namun diakhir cerita bom nuklir memiliki waktu eksekusi seperti bom waktu. Kelima, bom nuklir yang berada dalam truk jatuh dari ketinggian fly over serta pada saat diseret oleh pesawat Batman menimbulkan percikan-percikan api namun tidak meledak, padahal seharusnya meledak. Keenam, bom nuklir yang meledak diatas laut seharusnya menimbulkan gelombang atau ombak yang besar (tsunami) tetapi hal ini tidak terjadi.

Beberapa hal yang berbeda antara film ini dengan film sebelumnya. Batman sebelumnya ditampilkan bisa terbang namun sekarang tidak bisa. Markas Batman sebelumnya berada di suatu gudang tua sebuah pabrik kosong dengan pintu masuknya melalui kotak besi kontainer. Sekarang markas Batman berada di balik air terjun. Dalam film ini sudah mulai disinggung tentang Robin yang dalam kesehariannya bernama John Black yaitu seorang polisi di kota Gotham. Tetapi dalam film sebelumnya, Robin mempunyai nama Dick Grayson yang merupakan seorang pemain akrobatik.

Sayangnya pertarungan antara Batman dan Bane biasa-biasa saja, hanya sekedar bak bik buk saja, tidak spektakuler. Seolah-olah Batman keberatan dengan kostum pakaiannya demikian juga Bane seolah-olah badannya yang gemuk menghambat pertarungannya. Teknologi spesial efeknya juga biasa-biasa saja dan tidak dahsyat. Christoper Nolan tampaknya lebih memilih pertarungan hati dalam film ini. Pertarungan hati Bruce Wayne antara kembali menjadi Batman atau tidak. Pertarungan hati Batman antara mempercayai Cat Woman atau tidak. Pertarungan hati Alfred untuk memberitahu rahasia surat Rachel atau tidak. Dan kisah-kisah nurani lainnya yang mampu menggugah hati penonton.

Penulis skenarionya ingin mengakhiri cerita Batman dengan menggambarkan bahwa Batman mati karena bom nuklir dan dikubur serta meninggalkan warisan kepada Alfred sang pelayan setia juga pemerintah kota Gotham. Apakah tidak akan ada lagi film Batman ? Nanti dulu, karakter Bruce Wayne adalah orang yang cerdas dan pintar serta tidak takut akan kematian. Jadi apakah akan muncul film Batman lagi ? atau diganti dengan film Robin ? atau malah menjadi Batman dan Robin ? Yuk, kita tunggu saja.

1 komentar:

  1. Batman versi nolan belum mati. Dia berada persis seperti mimpi Alfred di awal. Dia bersama kekasihnya di sebuah cafe. di pesawat yg membawa bom nuklir itu sudah ada auto-pilot. Ya, opiniku: bom itu sudah dibawa terbang jauh ke atas, sehingga efek goncangan tidak terlalu langsung terasa. Itu saja, dari berbagai sumber dan nonton sendiri.

    BalasHapus