Senin, 02 Juni 2014

Beberapa Makanan Berserat Tinggi yang Baik Untuk Tubuh Anda



Dalam Menjaga kesehatan tubuh menjadi salah satu hal yang harus di lakukan oleh setiap orang. Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh tersebut. Salah satunya dari makanan yang kita konsumsi tiap harinya. Makanan tersebut harusnya mengandung berbagai kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh anda. Salah satunya makanan yang banyak mengandung serat atau makanan berserat tinggi. Lalu, apa saja jenis makanan yang memiliki kandungan serat atau berserat yang cukup tinggi untuk tubuh kita ?

     Makanan berserat memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh kita. Beberapa fungsi makanan berserat tersebut yaitu untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat, dapat membantu menurunkan berat badan, dapat menjaga tubuh anda tetap ideal, dapat mencegah penyakit jantung, diabetes serta kanker usus juga. Tubuh kita harusnya membutuhkan serat yang cukup perharinya dalam hal ini 25-40 gram perharinya. Jenis makanan yang berserat tersebut di dominasi oleh buah dan sayuran yang kita. makan. Sahabat, tips kesehatan. Berikut ini 7 makanan berserat tinggi untuk tubuh anda :

  1. Makanan kaya serat yang pertama yaitu Alpukat. Buah alpukat ternyata memilik kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat bagi tubuh anda. Dalam setiap setengah potong buah alpukat tersebut mengandung 6 gram serat. Oleh karena itulah, buah alpukat sangat dianjurkan untuk di konsumsi untuk mencukupi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
  2. Makanan kaya serat yang kedua yaitu kacang-kacangan. Dalam hal ini walnut dan almond yang merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat dalam tubuh anda.
  3. Makanan kaya serat yang berikutnya yaitu gandum. Berbagai makanan yang berbahan dasar gandum seperti tepung gandum serta roti gandum memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.
  4. Makanan kaya serat berikutnya yaitu aneka buah-buahan yang biasa kita konsumsi sehari-hari seperti buah pisang, jeruk, apel dan lainnya  merupakan jenis buah-buahan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
  5. Makanan kaya serat yang kelima yaitu aneka sayur-sayuran yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Bunga kol, bayam, kentang,  serta labu merupakan aneka jenis sayuran-sayuran yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.

Minggu, 01 Juni 2014

Perancang Lambang Garuda Pancasila yang Terlupakan, Sultan Hamid II



 
Siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.

Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.


Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.

Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.
Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. 

Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.



Sumber:  bangsaindonesia.wordpress.com


Jumat, 30 Mei 2014

Multimedia Design for World Wide Web



Teknologi WWW
§  HTML
§  Dukungan Browser : PlugIn Media(bisa memainkan file mulmed di browser, cth : quicktime), JavaScript(memungkinkan program kecil dijalankan di browser)

·        Halaman Web : Dibuat di text document (cth notepad), elemen2 mulmed disimpan secara eksternal. HTML mendefiniskan format tampilan dan fungsional dari halaman web dan menyediakan link.

·        Keuntungan HTML
ü Ukuran file kecil
ü Tdk membutuhkan authoring tool yg mahal, tdk perlu skill programming
ü Menyediakan link ke lokasi eksternal
ü Dapat dilihat di browser komputer manapun

·        Kerugian HTML
ü Rancangan dan hasil tampilan tidak selalu sama di tiap komp
ü Tidak ada standar HTML
ü Beda browser beda HTML tags, perbedaan hardware mempengaruhi
ü Hypertext menyediakan interaksi yang terbatas
·        Authoring Tools untuk WWW : Dreamweaver, Microsoft Frontpage
·        Hal yang berkaitan dengan design

§  Browser yang berbeda
ü Tidak semua browser mendukung fitur yang dimiliki (DHTML)
ü Setting pada browser mempengaruhi hasil akhir : background, font, , warna hypertext, image autodownload, window size

§  Ukuran monitor dan window :
ü penggunaan web dengan resolusi yg beragam dan ukuran layar yang berbeda. Jadi desain dgn resolusi yang umum.
ü Gunakan liquid design(web dapat menyesuaikan diri pada ruang yang tersedia) saat mendesain halaman web

§  Bandwidth

§  Accessibility
User tuna netra tidak dapat mengakses image yg digunakan u/ menyampaikan konten/  u/ navigasi.
Solusi : menyediakan ALT text u/ deskripsi singkat dari grafik, hindari banyak animasi gif, dan fram serta table yg tidak dibutuhkan.

§  Usability

·        Text untuk Web
Pengguna dapat memilih font website sendiri pada browser, fleksibilitas dalam mengatur font gunakan CSS -> tersedia dalam DHTML
·        Image untuk Web
Format standard GIF dan PNG(kompresi lossless) serta JPEG(lossy). Dapat menggunakan Macromedia Fireworks
·        Suara untuk Web
Format standard AU, Wav(ukuran besar), MIDI(u/ background musik). Plug-in : Shockwave Audio(swa), Quicktime
·        Animasi untuk Web
HTML tag : <blink> dan <marqueue>. Dapat menggunakan animated GIF u/ membuat animasi cell yang sederhana. Plug-in : Director, Flash
·        3D untuk Web : VRML dan Macromedia Director
·        Video untuk Web : Teknologi Streaming(mengalir dari server ke player, menggunakan buffer)
·        Flash atau nonFlash
§  Keuntungan Flash : sedang tren, kontrol penuh dan fleksibel bagi desainer
§  Hal Berkaitan dengan Flash
Butuh plug-in tambahan dan tiap versi butuh plug-in yang beda. Tidak bisa u/ text dalam jumlah besar


Sumber : Binusmaya.binus.ac.id

Kamis, 29 Mei 2014

Edge of Tomorrow





Sebuah film yang diadaptasi dari novel Jepang berjudul All You Need is Kill hasil karya Hiroshi Sakurazaka yang terbit pada tahun 2004. Edge of Tomorrow bercerita tentang science fiction masa depan dimana bumi diserang oleh makhluk Aliens. Latar belakang dan karakter diubah mewakili sosok barat versi Hollywood. Dengan model cerita repetition atau pengulangan menjadikan film ini sebuah film singkat yang diperpanjang. Model seperti ini sudah pernah digunakan oleh film Source Code dengan bintangnya Jake Gyllenhaal.

Letnan kolonel Bill Cage (Tom Cruise) adalah seorang perwira Amerika yang sedang ditugaskan untuk bertemu Jenderal Brigham di London. Setelah tiba di London bukannya tugas keperwiraan yang diemban melainkan maju ke medan perang bagaikan tugas seorang prajurit. Cage menolaknya mengingat dia tidak memiliki pengalaman berperang di medan laga. Namun apa kata Jenderal harus dituruti. Cage berusaha melarikan diri namun tembakan bius menggagalkan rencananya.

Begitu sadar, Cage sudah berada di halaman markas militer untuk diterjunkan keesokan harinya di medan perang. Pandangannya tertuju pada iklan seorang pahlawan wanita bernama Rita kemudian disambut oleh Sersan Farell. Dia berusaha menjelaskan siapa dirinya, identitas dan jabatannya sebagai perwira namun Sersan Farell pimpinan disitu tidak peduli dan menganggap bohong. Sesuai catatannya, Cage adalah seorang prajurit yang disertir atau melarikan diri dan tidak mau ikut perang. Akhirnya dia bergabung dengan pasukan J dengan menggunakan pakaian robot yang berat penuh dengan senjata-senjata. Sayangnya dia tidak mengerti cara menggunakannya. Pesawat yang ditumpangi sudah ditembak musuh lebih dulu sedangkan cara terjunnya tidak tahu. Maklum baru pertama kali ikut perang untunglah bisa mendarat dengan selamat.

Banyak teman-temannya yang tewas oleh Aliens yang disebut dengan Mimic itu. Bentuknya mirip gurita dengan banyak tentakel, gerakannya cepat dan bisa muncul dari dalam tanah. Cage mengalami kendala, cara menembakkan senjatapun tidak tahu. Disaat yang kritis oleh ancaman Mimic, dia mengambil bom dan mengarahkannya ke Mimic itu. Bom meledak dan darah mimic berhamburan ke wajahnya.

Tiba-tiba Cage terbangun di halaman markas militer lagi. Hal yang sama pernah terjadi sebelumnya kini terulang kembali. Iklan seorang pahlawan wanita, Sersan Farell, pasukan J, peperangan dan lain-lainnya semua sama. Cage bingung dengan apa yang terjadi. Dia berusaha menceritakan kepada teman-temannya namun tidak ada yang percaya bahkan mulutnya ditutup lakban agar tidak banyak bicara. Ketika Cage dalam perang tewas maka pengulangan kembali dimulai saat dia terbangun di halaman markas militer. Pada pengulangan berikutnya dia bertemu dengan wanita bernama Rita (Emily Blunt) yang pernah dilihatnya di iklan. Rita memberitahu untuk menemuinya ketika terbangun lagi.

Cage terbangun lagi di halaman markas militer dan kejadian yang sama juga terulang kembali. Dia berusaha mencari cara untuk menemui Rita dan ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Tidak mudah untuk mencari dalam waktu singkat sehari sebelum peperangan. Namun upayanya berhasil untuk menemui Rita yang sedang latihan di tengah arena. Dia menjelaskan bahwa Rita yang ada dalam peperangan menyuruhnya untuk menemui Rita yang ada sekarang. Dia juga menceritakan bahwa peperangan itu adalah program bunuh diri yang sia-sia.
Rita menjelaskan bahwa semuanya ini karena Cage telah membunuh Mimic yang bernama Alpha, yang langka jenisnya dan berbeda dengan Mimic lainnya. Darah Alpha mengenai tubuh Cage sehingga mengkontaminasinya menjadi setengah Aliens. Alpha adalah tangan kanan Mimic yang bernama Omega yang merupakan otak dan kontrol dari semua Mimic yang ada. Karena Alpha telah tewas maka Omega menghidupkannya kembali dengan mereset waktu yang ada. Mengingat Cage adalah bagian dari Alpha maka begitu Cage tewas maka akan tereset kembali sehari sebelumnya.

Hal yang sama pernah dialami oleh Rita yang terkena darah Alpha dan mengalami pengulangan terus-menerus. Namun ketika darah habis karena luka yang mengalir atau mendapat transfusi darah dari orang lain maka efek setengah Aliensnya menjadi hilang dan tidak mengalami pengulangan lagi. Rita dibantu oleh Dr. Carter untuk menyelidiki tentang keberadaan Aliens dan bagaimana caranya mengalahkan mereka. Dr. Carter pernah membuat alat yang dapat mengetahui keberadaan Omega namun alat itu disita oleh Jenderal Brigham karena dianggap sakit jiwa. Satu-satunya cara untuk memenangkan peperangan adalah dengan membunuh Omega.

Cage mendapat penglihatan akan keberadaan Omega dan setelah diselidiki tempatnya yaitu sebuah dam di Jerman. Untuk menuju kesana bukanlah hal yang mudah karena banyak tantangan dan halangan. Setelah sampai disana ternyata hanyalah sebuah jebakan, bukannya Omega yang ditemukan melainkan Alpha dan Mimic lainnya. Mereka tidak mau membunuh Cage melainkan hanya melukainya sampai darahnya habis dengan harapan efek Aliensnya hilang karena kalau terbunuh maka akan tereset kembali. Cage berhasil mengatasi tantangan tersebut.

Cage dan Rita memutuskan untuk menceritakan rahasia mereka kepada Jenderal Brigham dengan harapan percaya dan menyerahkan alat milik Dr. Carter. Harapan tersebut akhirnya terpenuhi namun saat keluar gedung sudah banyak tentara yang mengepungnya. Mau tak mau keadaan harus direset ulang dengan cara Rita menembak Cage. Pada pengulangan berikutnya Cage dan Rita berhasil lolos menggunakan mobil dan memakai alat tersebut untuk mengetahui keberadaan Omega. Petunjuk mengarahkan ke bagian bawah Museum Louvre di Paris yang terbenam dengan air. Sayangnya mereka gagal melarikan diri dari kejaran tentara dan pingsan.

Cage terbangun di rumah sakit dalam keadaan terikat dan ditransfusi darah, suatu hal yang tidak diinginkannya saat ini. Rita berhasil membebaskannya namun efek Aliens sudah hilang sehingga tidak bisa melakukan pengulangan waktu lagi. Jadi kalau mati akan benar-benar mati dan tidak bisa menyelamatkan umat manusia dari serangan Aliens.

Cage dan Rita tidak putus asa mereka meminta bantuan dari pasukan J untuk menuju Paris. Pertarungan terjadi antara kedua belah pihak dan satu persatu pasukan J gugur. Sekarang hanya tinggal Cage dan Rita yang hidup. Rita memutuskan untuk menjadi pengalih perhatian Mimic dan Cage bertugas menyelam menemukan Omega. Rita menyusul gugur. Mimic memburu dan mengejar Cage dalam air. Cage tewas namun berhasil meledakkan Omega. Akibatnya semua Mimic yang ada berhasil mati. Tetapi darah Omega dalam air berhamburan menempel ke tubuh Cage. Cage terkontaminasi darah Aliens lagi.

Cage terbangun lagi tapi kali ini berada di Helikopter sebagai seorang perwira. Pengulangan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dia menemui Rita yang sedang latihan namun dia tidak menceritakan seperti sebelumnya. Dia hanya tersenyum saja.

Tom Cruise bermain dengan bagus dan mampu menunjukkan wajah yang ketakutan dan otot-otot diwajah yang muncul memperlihatkan kegalauan. Emily Blunt bermain biasa saja dan seharusnya bisa berbuat lebih bagus lagi.

Kekurangan film ini yaitu tidak begitu jelas sosok Aliens melakukan penembakan dan pengeboman dari mana, apakah mereka membawa senjata atau dari tentakelnya mengeluarkan tembakan. Juga dalam pengulangan perang apakah Cage selalu membunuh Alpha yang sama atau tidak karena bisa saja apa yang dilakukannya berubah. Karena diulang-ulang terus adegannya maka cukup membuat bosan juga karena ceritanya sendiri sebenarnya singkat. Adegan komedi terlalu dipaksakan seharusnya hal tersebut ditiadakan karena kesan tegang dan serius menjadi terputus.


Sumber : review-filmku.blogspot.com